Senin, Februari 08, 2010

PERJALANAN SUNYI

bukanlah sesuatu yang tidak adil
jika kau ditarik ke dalam
keheningan abadi dan melupakan
apa yang kau cintai
karena di keheningan itu
kau bisa merenung dan bercermin
akan keberadaan dirimu

hati yang perawan telah dicuri semasa muda
dan disembunyikan dari segala dosa
agar kelak dapat mengungkap kebenaran
dari dongeng-dongeng masa lalu
yang dibuat-buat oleh mereka

ikuti saja akal sehatmu dan teruslah berjalan
sampai kau temukan mutiara yang bersinar
sumber rahasia keterikatan manusia dan Tuhan

(Platong Field - Thailand, 08 Februari 2010)

YANG LEBIH BERARTI

bisikanmu lebih berarti
ketimbang panggilan liar
dari kesunyian yang jauh
yang datang mengendap pada setiap mimpi

tetaplah berbaring di sampingku
dan kita habiskan malam ini
dengan mendengarkan lagu balada
sebelum pagi meremuk fajar
menghapus gelap malam secara paksa

tersenyumlah selagi kau bisa
dan selama aku masih disini
menuliskan puisi-puisi cinta
untuk kau simpan sebagai kenangan

(Platong Field - Thailand, 08 Februari 2010)

Minggu, Februari 07, 2010

HARAPAN TERAKHIR

mengapa kau mengajakku bercinta
di alam mimpi yang sunyi
ketika hatiku tenang beristirahat
diam menyimpan semua rasa

lantas kau menarikku seperti tawanan
yang terikat dan tiada berdaya
membiarkan kerudungmu menutup muka
dan menggelapkan pandangan mata

mengapa kau mengajakku berlari
sementara langit begitu pekat
tanpa bulan tanpa bintang
saat dunia kehilangan cahaya

lantas kau tinggalkan aku sendirian
di tengah kegalauan yang bertahta
mencari segala cara
keluar dari mimpi yang kau cipta

ciumlah bibirku selama nafasku masih ada
sebelum jiwaku benar-benar pergi
meninggalkan dunia


(Platong Field - Thailand, 07 Februari 2010)

Rabu, Februari 03, 2010

RINDU BUKAN SAJA MILIK PEREMPUAN

rindu bukan saja milik perempuan
rindu juga milik lelaki kesepian
yang gelisah dari malam ke malam
dan tanpa malu-malu membisikkan
setiap kesahnya pada ilalang

rindu seperti burung yang terbang
mencari sarang tempat berdiam
rindu seperti asin air laut
yang terus membuat dahaga

rindu bukan saja milik perempuan
rindu juga milik lelaki kesepian
yang kepayang dilanda bermacam keinginan

(Platong Field - Thailand, 03 Februari 2010)

Jumat, Januari 29, 2010

SAAT HUJAN WAKTU ITU

kita pernah berlari
di antara rintik hujan
di bawah gemuruh
yang memekakkan telinga
tubuhmu gigil memeluk
lengan kananku

betapa aku suka mengingat
senyum malu-malumu itu
dan rona wajah
saat kugenggam tanganmu

di luar masih saja hujan
dan ingatanku kembali
pada garis wajah
yang selalu membuat bayang
satu kenangan

(Platong Field - Thailand, 29 Januari 2010)

Rabu, Januari 27, 2010

RINDU CIUMAN

aku merindukan basah bibir habis ciuman
dan merah wajah habis pelukan
seperti kita lalui hari-hari kemarin

ada yang terselip dalam ingatan
bagaimana rangkulan membuat kita dewasa
dan tatapan demikian tajam menusuk mata

saat semalam kau pinta untuk bermesra
bukan sengaja aku menolaknya
sebab tanganku tak dapat menggapai
tubuhmu yang wangi aroma bunga
hanya bisikan yang tertahan di telinga
setelah kita selesai bicara
dan malam menghabiskan cerita

(Platong Field - Thailand, 27 Januari 2010)

TENTANG KEMATIAN

kengerian itu sering muncul
ketika tiba-tiba saja
kuingat kau pejamkan mata
lantas semua menjadi luar biasa

ingatkah cerita tentang pohon bambu
yang subur tumbuh di belakang rumah
setiap kali aku melintas di dekatnya
selalu bermunculan perasaan asing
memanggil di antara gemeretak
buluh-buluh bambu yang tertimpa angin?


dan apabila aku bangun dari tidur
aku bersyukur masih punya nafas
keberkatan masih terbit di antara kedua mata
untuk melihat bermacam keajaiban
meski kematian tergambar begitu elok
pada mimpi-mimpiku dan pada segala pejam
yang menenggelamkan aku dalam tidur malam-malamku

(Platong Field - Thailand, 27 Januari 2010)

Senin, Januari 25, 2010

PADA SEJARAH

yang terbaca pada sejarah
adalah banyaknya permintaan
dari segala keinginan
yang tertunda dilaksanakan
seumpama tangan yang terangkat
belum jua menerima sesuatu pemberian
meski airmata terus berlinang
bahkan doa sudah pun mengambang
berkumpulan di langit seperti surat
yang tak berperangko dan tak beralamat
di antara doa-doa yang tak khusyuk
dan sebuah kecurigaan dalam permohonan

dunia sudah sangat tua
entah apa jadinya jika tiba-tiba
matahari ada di atas kepala
apakah harapan dan doa masih diterima
sebagai permohonan untuk menghidupkan
sejarah kehidupan yang lain?


(Platong Field - Thailand, 25 Januari 2010)

Minggu, Januari 24, 2010

RELAKSASI (2)

pejamkan matamu dan tenggelamlah ke kedalaman alam bawah sadarmu terus tenggelam dalam alam paling bawah sadarmu sampai kau temukan nyala lilin yang menerangi gelap pandanganmu teruslah tenggelam dan tenggelam hingga nyala lilin itu benderang dan membawamu pada suatu tempat yang ramai dimana kau bisa melihat setiap gerak begitu lambat bahkan sangat lamban pada setiap langkah orang-orang yang berjalan pada kepak sayap merpati putih yang beterbangan pada suara-suara yang kau dengar mendenting seperti irama piano yang menyentuh perasaan pada satu per satu detak jantung yang kau dengar pada segala sesuatu yang kau lihat yang kau dengar yang kau rasakan semuanya begitu lamban bergerak juga detik demi detik jarum jam di tanganmu atau tetes-tetes air yang jatuh semua begitu lamban sangat lamban dan kemudian semuanya berbalik menjadi sangat cepat segala sesuatu bergerak sangat cepat bahkan kau tak sanggup melihat setiap gerak karena segalanya beredar begitu cepat sangat cepat pada langkah orang-orang pada kendaraan pada kepak sayap burung merpati pada tetes-tetes air dan segala suara yang kau dengar sangat tidak beraturan berdesingan seperti peluru yang mantul pada benda metal berdesingan memekakkan telingamu sangat cepat sangat cepat sangat cepat dan kemudian semuanya berubah kembali menjadi sangat lambat menjadi sangat lambat seperti semula setiap suara menjadi denting-denting yang tereja oleh pendengaran segala pandangan menjadi sangat lamban sangat lamban pada tetes-tetes air yang jatuh pada detik demi detik jarum jam yang berputar di tanganmu begitu sangat lamban begitu sangat lamban lantas satu persatu pemandangan di depan matamu hilang bergantian hilang satu demi satu sehingga yang terlihat hanya putih terang cahaya dan sangat terang juga muncul kilauan bintang-bintang di terang cahaya dan bukalah matamu perlahan sangat perlahan sangat perlahan dan pandanglah setiap aksara yang kau baca sebagai kode-kode dan tanda-tanda membentuk sesuatu yang sangat unik dalam alam pikiranmu sampai kau temukan di dalamnya rahasia puisi ini...

(Platong Field - Thailand, 24 Januari 2010)

Sabtu, Januari 23, 2010

LELAKI DI TEPI DANAU

di tepi danau itu
dia pernah menyendiri
dan menumpahkan airmata
merenungi segala keheningan
yang membeku dalam hatinya

(dia lewatkan masa mudanya
dengan menulis syair-syair rindu
kepada kekasihnya)


meski hatinya menderita
dia tak pernah menentang nasib
yang membawanya pada kesunyian
karena dia telah bahagia menemukan jalannya
sebagai seorang manusia yang selalu merasakan cinta

(Platong Field - Thailand, 23 Januari 2010)

Jumat, Januari 22, 2010

RELAKSASI (1)

pejamkan matamu dan tenggelamlah ke kedalaman pikiranmu yang sangat gelap hingga kau temukan cahaya laksana mutiara bersinar benderang menyilaukan setiap pandangan dan teruslah masuki alam bawah sadarmu teruslah masuki semakin dalam alam bawah sadarmu hingga kau dapat melihat dirimu sendiri berada di atas bukit di padang rumput hijau nan luas membentang serta langit yang biru dan sinar matahari cerah menyentuh kulitmu dan berbaringlah di atas rerumputan itu dan letakkan tangan kananmu ke bawah bagian kepalamu sebagai penyangga agar kau leluasa memandang luasnya langit serta merasakan kesejukan silir angin yang membawa aroma asli rerumputan dan tanah basah dan hiruplah dan hiruplah semakin dalam hingga kau bisa membedakan wangi aroma rerumputan dan tanah basah dan teruslah nikmati keindahan suasana yang kau lihat di kesunyian bukit yang indah yang hanya ada kau disana tanpa orang lain yang mengganggu tanpa orang lain yang mengusik sendirimu untuk menikmati sebagian waktu yang tak pernah kau alami dalam hidupmu dan rasakanlah ketenangan itu terus menerus hingga kau benar-benar sadar bahwa jiwamu juga butuh sentuhan keindahan dan kenikmatan yang tiada terperi seperti matamu yang terbiasa menikmati pemandangan rutinitas sehari-hari atau kegelapan dalam pejam di sepanjang tidurmu dan pandanglah terus langit biru itu dan bulat matahari yang tak pernah kau lihat sebelum ini dan rasakan kesejukan silir angin itu terus menerus dan nikmati aroma rerumputan dan tanah basah itu hingga kau merasakan bahwa kau tak pernah merasakan hal semacam ini di kehidupanmu untuk beberapa saat dan jika kau sudah puas dan jika kau sudah bisa merasakan dan menikmati semua keindahan suasana yang ada di bukit di padang rumput hijau serta langit yang begitu luas membentang dan kini bukalah matamu perlahan dengan sangat perlahan dengan sangat perlahan hingga kau sadar bahwa kau telah kembali pada kenyataaan bahwa kau ada saat ini sedang membaca sebuah puisi....

(Platong Field - Thailand, 22 Januari 2010)

YANG KUNANTI

yang kucari hanya cinta sederhana
dari sekian banyak pemahaman
akan cinta sempurna
demi merasai makna saling memiliki
saling berbagi dan saling memahami

seumpama bibir yang mencium
atau tubuh yang memeluk
cinta begitu manis dikulum
cinta begitu hangat terangkum


yang kunanti hanya hati yang tulus
dari sekian banyak pengertian
akan hati yang lembut
demi merasakan makna kasih sayang
dan takut akan suatu kehilangan

(Platong Field - Thailand, 22 Januari 2010)