rindu itu mempengaruhi siang malamku
dan pada setiap hembus napas
pemujaan mengalir tiada henti
sejuk seperti embun pagi
dan mengembang pada dedaun hati
alangkah mesra rindu itu
sehingga kesedihan dan kegembiraan
tiada berbatas sejarak apapun
demikian syahdu seperti zikir
yang dikumandangkan waktu subuh
terngiang dalam pendengaranku
(Great Bongkot South Field, Thailand - 15 Nov 2011)
Selasa, November 15, 2011
Minggu, September 25, 2011
SATU KENANGAN
telah kukirim kembali satu kenangan
saat senja membenam cahaya di tepian pantai
kita tak banyak bicara
hanya mengucap sekata sekata
bisu tak bikin kita kaku
karena rasa demikian syahdu
menyentuh hatiku hatimu
kuingat tanganku memeluk tubuhmu
aku begitu rindu senyumanmu
aku begitu rindu kecupanmu
aku juga rindu tatapan matamu
kenangan merekam segala peristiwa
tentang kita sedemikian indah
pada suatu ketika dimana kita
masih sebagai sepasang pencinta
(Bongkot Field - Thailand, 25 Sep 2011)
saat senja membenam cahaya di tepian pantai
kita tak banyak bicara
hanya mengucap sekata sekata
bisu tak bikin kita kaku
karena rasa demikian syahdu
menyentuh hatiku hatimu
kuingat tanganku memeluk tubuhmu
aku begitu rindu senyumanmu
aku begitu rindu kecupanmu
aku juga rindu tatapan matamu
kenangan merekam segala peristiwa
tentang kita sedemikian indah
pada suatu ketika dimana kita
masih sebagai sepasang pencinta
(Bongkot Field - Thailand, 25 Sep 2011)
Selasa, September 13, 2011
DI BATAS KELAM
dan misykat dalam dadaku
tak lagi mampu bersinar
temaram serupa senja
menarik malam
entah berakhir dimana
mimpi yang kulabuh
dalam angan perempuan
saat dia membalik badan
dan hilang di batas kelam
(Bongkot Field - Thailand, 13 Sep 2011)
tak lagi mampu bersinar
temaram serupa senja
menarik malam
entah berakhir dimana
mimpi yang kulabuh
dalam angan perempuan
saat dia membalik badan
dan hilang di batas kelam
(Bongkot Field - Thailand, 13 Sep 2011)
Senin, Juli 25, 2011
SEMOGA DIA TAHU
semoga dia tidak tahu
bahwa airmata ini tercipta
untuk dirinya terkasih
yang melenakan malam demi malam
dengan buaian mimpi
dan lekat hangat pelukan
sampai pagi
semoga dia tidak tahu
bahwa kesedihan ini bermula
sejak pertama kali jatuh cinta
yang terus membuat hatiku rindu
dan bibir hilang kata
untuk mengucap segala rasa
semoga dia tahu
bahwa hanyalah dia yang aku cinta
(Balikpapan, 25 Juli 2011)
bahwa airmata ini tercipta
untuk dirinya terkasih
yang melenakan malam demi malam
dengan buaian mimpi
dan lekat hangat pelukan
sampai pagi
semoga dia tidak tahu
bahwa kesedihan ini bermula
sejak pertama kali jatuh cinta
yang terus membuat hatiku rindu
dan bibir hilang kata
untuk mengucap segala rasa
semoga dia tahu
bahwa hanyalah dia yang aku cinta
(Balikpapan, 25 Juli 2011)
JADIKAN AKU ALAMAT CINTAMU
jadikanlah aku alamat terakhir cintamu
tempat berdiam seluruh rindu
laksana air yang mengalir
sejauh apapun berakhir jua di muara
tempat pertemuan dua rasa
dalam satu bahasa
laksana awan yang berkumpul
satu saat akan menjatuhkan jua rintik hujan
di atas tanah-tanah gersang
menghapus segala keretakan
jadikanlah aku alamat terakhir rindumu
tempat berdiam seluruh kasih dan sayang
(Balikpapan, 25 Juli 2011)
tempat berdiam seluruh rindu
laksana air yang mengalir
sejauh apapun berakhir jua di muara
tempat pertemuan dua rasa
dalam satu bahasa
laksana awan yang berkumpul
satu saat akan menjatuhkan jua rintik hujan
di atas tanah-tanah gersang
menghapus segala keretakan
jadikanlah aku alamat terakhir rindumu
tempat berdiam seluruh kasih dan sayang
(Balikpapan, 25 Juli 2011)
YANG TERINDAH
dalam dada ini
hanya ada satu cinta bersemayam
laksana permata berkilauan
pada mata ini
hanya ada satu pandangan
meski harus menatap di alam pekat
pada wajah ini
hanya ada satu kiblat
menghadap kepada satu keindahan
pada bibir ini
hanya ada satu nama
yang tak pernah habis mengucap
menyebut-nyebut nama engkau
(Balikpapan, 25 Juli 2011)
hanya ada satu cinta bersemayam
laksana permata berkilauan
pada mata ini
hanya ada satu pandangan
meski harus menatap di alam pekat
pada wajah ini
hanya ada satu kiblat
menghadap kepada satu keindahan
pada bibir ini
hanya ada satu nama
yang tak pernah habis mengucap
menyebut-nyebut nama engkau
(Balikpapan, 25 Juli 2011)
SATU PESAN CINTA
ingin kukirim helai-helai rindu kepadamu
sebagai perasaan cinta yang kian menggebu
meski angin enggan berembus
dan kabut menyaput segala pandangan
hati ini tak akan pernah gersang
walau tangan tak sanggup menggapai
walau mata tak dapat menjangkau
rimbun kasih sayangku tumbuh subur
laksana pohon-pohon hijau di taman surgawi
kemanisan cinta ini tak akan pernah berakhir
meski kematian menyambut
saat izrail tersenyum di ambang pintu
(Balikpapan, 25 Juli 2011)
sebagai perasaan cinta yang kian menggebu
meski angin enggan berembus
dan kabut menyaput segala pandangan
hati ini tak akan pernah gersang
walau tangan tak sanggup menggapai
walau mata tak dapat menjangkau
rimbun kasih sayangku tumbuh subur
laksana pohon-pohon hijau di taman surgawi
kemanisan cinta ini tak akan pernah berakhir
meski kematian menyambut
saat izrail tersenyum di ambang pintu
(Balikpapan, 25 Juli 2011)
Sabtu, Mei 28, 2011
MENGGILAIMU
aku menggilaimu
serupa pungguk merindu bulan
sepanjang malam gulita
yang kelam temaram
di setiap gang
kesunyian serupa momok
yang berjingkat menggiring langkah
demikian tegang dalam lengang
aih, lampulampu telah dipadamkan
sedangkan aku sendirian
mengerang menyebutnyebut nama engkau
(Jakarta, 28 May 2011)
serupa pungguk merindu bulan
sepanjang malam gulita
yang kelam temaram
di setiap gang
kesunyian serupa momok
yang berjingkat menggiring langkah
demikian tegang dalam lengang
aih, lampulampu telah dipadamkan
sedangkan aku sendirian
mengerang menyebutnyebut nama engkau
(Jakarta, 28 May 2011)
Rabu, Desember 22, 2010
SAAT RINDU MENGADUH
biarlah tangan ini menggapai
seluruh rindu yang tertangguhkan
saat bibir kita bersentuhan
saat mata kita bertatapan
melebur cinta dalam satu keinginan
biarlah aku bebas bicara
mengungkapkan rasa yang aku punya
sebisa yang aku mampu
sebisa yang aku maksud
dalam menerjemah setiap bahasa kalbu
aih, betapa ingin tubuh memeluk
dan jantung ini terus berdegup
menasbih zikir rindu penuh syahdu
(Batam, 22 Desember 2010)
seluruh rindu yang tertangguhkan
saat bibir kita bersentuhan
saat mata kita bertatapan
melebur cinta dalam satu keinginan
biarlah aku bebas bicara
mengungkapkan rasa yang aku punya
sebisa yang aku mampu
sebisa yang aku maksud
dalam menerjemah setiap bahasa kalbu
aih, betapa ingin tubuh memeluk
dan jantung ini terus berdegup
menasbih zikir rindu penuh syahdu
(Batam, 22 Desember 2010)
Minggu, April 04, 2010
KEMILAU CINTA
aku ada di dalam engkau
serupa lagu rindu
yang terus dinyanyikan
dan kemilau cinta
yang memancar pada dada
lembut menerangi wajah
pesona setiap pandangan mata
alangkah indah hidup di dalam
kenyataan yang berlimpah gelora
serasa tak mau mati muda
dan mau hidup sepanjang masa
(Platong Field - Thailand, 04 April 2010)
serupa lagu rindu
yang terus dinyanyikan
dan kemilau cinta
yang memancar pada dada
lembut menerangi wajah
pesona setiap pandangan mata
alangkah indah hidup di dalam
kenyataan yang berlimpah gelora
serasa tak mau mati muda
dan mau hidup sepanjang masa
(Platong Field - Thailand, 04 April 2010)
Sabtu, Maret 27, 2010
DI BALIK PEMBICARAAN
pada jejak-jejak yang ditinggalkan
sejarah mencatat keinginan yang kesekian
terembus dari masa lalu
sementara waktu selalu mengadu
dari balik pembicaraan sepasang insan
yang sedang dilanda rindu
duhai sang pujangga
yang telah mencipta malam begitu kelam
beserta bintang dan rembulan
bermesraan di halaman surat
yang terkoyak ujungnya
dan terbiar buram di atas meja
karena hasrat angin dan debu
laksana serdadu
gagah berperang dalam segala pertarungan
dan darah adalah kisah
yang tak pernah diceritakan
pada dinding-dinding batu nisan
(Songkhla - Thailand, 27 Maret 2010)
sejarah mencatat keinginan yang kesekian
terembus dari masa lalu
sementara waktu selalu mengadu
dari balik pembicaraan sepasang insan
yang sedang dilanda rindu
duhai sang pujangga
yang telah mencipta malam begitu kelam
beserta bintang dan rembulan
bermesraan di halaman surat
yang terkoyak ujungnya
dan terbiar buram di atas meja
karena hasrat angin dan debu
laksana serdadu
gagah berperang dalam segala pertarungan
dan darah adalah kisah
yang tak pernah diceritakan
pada dinding-dinding batu nisan
(Songkhla - Thailand, 27 Maret 2010)
Kamis, Februari 25, 2010
SENYUM PEREMPUAN TUA
perempuan tua yang memetik bunga
selalu tersenyum meski kerut keriput
nampak begitu tebal pada wajahnya
di usia yang lebih dari delapan puluh tahun
telah dia lalui dengan kemelaratan
dalam rumah gedek bambu yang beratap rami
dan berlantai tanah yang becek
dia sering menghibur hati
karena hidup harus tetap dijalani
dia selalu tersenyum
membahagiakan dirinya sendiri
pada rindu satu pertemuan
dia teteskan airmata keharuan
dalam pelukan anak perempuan
yang telah lama tak dia jumpa
bertahun-tahun lamanya
(Jombang - Jatim, 25 Februari 2010)
selalu tersenyum meski kerut keriput
nampak begitu tebal pada wajahnya
di usia yang lebih dari delapan puluh tahun
telah dia lalui dengan kemelaratan
dalam rumah gedek bambu yang beratap rami
dan berlantai tanah yang becek
dia sering menghibur hati
karena hidup harus tetap dijalani
dia selalu tersenyum
membahagiakan dirinya sendiri
pada rindu satu pertemuan
dia teteskan airmata keharuan
dalam pelukan anak perempuan
yang telah lama tak dia jumpa
bertahun-tahun lamanya
(Jombang - Jatim, 25 Februari 2010)







